Assalamu’alaikum.

Selamat malam readers yang makin cantik, cakep, sholeh dan sholehah.

Alhamdulillah, hari ini akhirnya menyempatkan diri si sela – sela kesibukan untuk menghadiri acara Bandung Air Show 2015 di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Dimulai dengan berangkat pagi sekitar pukul 06.00 dari buah batu, yang ternyata terlalu kepagian pas sampai sana.

Belum ada apa – apa kecuali stand yang baru mau buka, gerombolan anak SD dan TK plus beberapa anak SMA yang sejujurnya kelakuannya bikin saya agak geleuh -_- (sudahlah lupakan saja).

Oiya, ada juga panggung inbox yang keliatannya ramai tapi nggak ramai – ramai amat. Hehehe. Ditambah lagi banyak pesawat yang dipamerkan. Mulai dari pesawat milik BPA (Bandung Pilot Academy), helicopter milik basarnas, pesawat latih Cessna, pesawat amphibi milik TNI AU, bahkan ada balon udara yang bisa kita naiki disana.

Ticket

Harga tiket untuk sekali masuk adalah Rp.20.000,- untuk umum dan Rp. 10.000,- untuk pelajar. Juga dengan harga Rp. 20.000,- juga khusus weekend. Ada juga ticket untuk naik balon udara sebesar Rp. 150.000,-/orang. Dengan harga tiket semurah itu, rasanya, banyak sekali hal – hal bermanfaat yang bisa kita ambil. Kapan lagi kan liat pameran pesawat secara langsung, bahkan liat atraksi mengagumkan yang biasanya “nggak semua orang bisa lihat.”

Kegiatan Bandung Air Show 2015

Pada saat bersamaan, ada atraksi terbang menggunakan microlight dan paramotor diatas langit Husein Sastranegara. Ada sebuah microlight dan 3 buah paramotor yang melayang – laying diatas langit husein sastranegara bandung. Seolah menunjukkan bahwa acara akan segera dibuka.

Dilanjutkan dengan memakan bekal yang telah dibawa sebelumnya (karena berangkat terlalu pagi dan khawatir tidak ada yang menjual makanan). Pada saat yang sama, terdengar sebuah lagu dari arah panggung inbox yang ternyata adalah lagu yang dinyanyikan oleh Mba Isyana Sarasvati yang berjudul (Duh maaf saya nggak tau judulnya). Mendadak banyak pemuda dan kaum adam yang berlarian menuju panggung inbox sambil mengatakan “Isyana! Isyana!”. Saya pun dibuat bengong sambil mencoba mengunyah makanan yang ada di dalam mulut saya.

Atraksi Mengagumkan

Salah satu yang membuat saya senang datang ke acara tersebut adalah banyak hikmah yang bisa saya dapatkan. Banyak pelajaran yang mampu saya tangkap dari sebuah perjalanan. Salah satu hal yang membuat saya kagum adalah bertemu dengan teteh – teteh TNI AU (dipanggil teteh karena beliau masih muda). Kenapa saya bisa kagum? Alasannya adalah karena beliau merupakan salah satu dari seorang penerjun payung yang akan menampilkan atraksinya di atas langit Bandara.

Gimana nggak kagum, sebelumnya saya hanya lihat para bapak – bapak atau akang – akang yang sedang bersiap untuk terjun payung. Dan ternyata ada peserta perempuannya. Bahkan ada salah satu dari 3 orang penerjun perempuan, beliau berhijab. Rasanya saat itu seneng, haru.

Ya!

Seperti caption di gambar foto ini :

Perempuan itu istimewa, asal mau jadi diri sendiri.

Nggak perlu ikut – ikutan siapapun, nggak perlu mencoba untuk jadi orang lain hanya untuk dipandang oleh orang lain.

Dalam suatu kesempatan lain, saya berdoá semoga teteh (yang saya lupa tanya namanya) ini sukses atraksinya. Dan akhirnya saya liat teteh TNI lagi pas berhasil landing di darat sambil saya melihat – lihat proses pengisian udara pada balon udara yang akan diterbangkan hari itu. Mohon maaf ya the, saya lupa pisan tanya nama teteh :'( .

 Stand PT DI & Tangram

Selain melihat – lihat atraksi, kami sempatkan lihat – lihat stand di dalam Hall. Ada dua stand yang sangat menarik menurut saya. Yang pertama adalah stand milik PT. Dirgantara Indonesia dan yang kedua adalah stand milik Riefa & Themy wooden craft (Tangram).

simulator

Pada stand PT DI, terdapat sebuah simulator lengkap untuk simulasi pesawat baru mereka N219. Yang menarik adalah, siapapun yang berhasil takeoff dan landing dengan baik, akan mendapatkan sertifikat penggunaan simulator N219. Setelah dicoba, ternyata, sulit juga ya. Menurut sharing dengan PT DI, pesawat ini baru akan rilis sekitar tahun 2016.

Posisi awal penggunaan simulator berada pada ujung runway untuk segera take off. Setelah takeoff, dilanjutkan dengan manuver sebentar dan mulai approaching untuk landing di bandara yang sama.

Pada awalnya, stand ini agak sepi. Mulai ramai ketika pengoperasian simulator dimulai. Dari yang awalnya jumlah pengguna simulator di daftar hadir hanya ada +- 5 orang, ketika meninggalkan stand PT DI sudah ada +- 19 orang yang terdaftar untuk menggunakan simulator.

Sayangnya, nggak ada dokumentasi apapun pas main ke stand tangram. Mungkin saking terlalu focus gontok – gontokan buat ngebangun bentuk. Bos yang satu kekeuh dia hafal bagian atas, saya bagian bawah. Dan kita sama – sama lupa bagian tengah -_-. Gimanalah bisa kebentuk. Stand tangram termasuk yang paling ramai setelah stand PT DI. Terbukti saking banyaknya pengunjung, pengunjung harus duduk untuk bisa menyelesaikan tugas puzzle dari pemilik stand. Tamu pada stand tangram ini pun beragam, ada ibu – ibu guru SD, TNI, mahasiswa BPA, bahkan anak SD menjadi tamu di stand ini.

Satu hal yang membuat saya kagum lagi adalah ketika ada anak SD yang mampu menyelesaikan puzzle dalam waktu singkat. Memang benar ya, kreatifitas anak itu tak terbatas.

Sebelum Pulang

icepotSebelum pulang, menyempatkan diri untuk jajan. Jajanan pilihan jatuh kepada “ice pot”. Es yang dicampur dengan tanah dan bahan penyubur lain, yang digunakan untuk menanam daun mint. Oiya, ada cacingnya juga untuk menggemburkan tanahnya. Kebetulan es yang digunakan adalah ice cream potong Singapore. Kebayang kan enaknya gimana.

Pertama tau es pot itu karena ada di salah satu cabang bisnis restoran ramen kesukaan saya (j***ku). Baru deh pas lebaran kemarin di sunday morning UGM nemu lagi ada yang jualan. Dan sekarang baru ngerasain lagi yang di Bandung Air Show.

Rasanya? Ini yang paling enak. Hehehe

Sambil menyantap eskrim, disuguhkan dengan atraksi dari captain (yang saya juga gatau namanya). Atraksi – atraksi manuver di udara menggunakan pesawat kecil. Dari atraksi terbang terbalik, stall dan juga atraksi berputar – puter diudara. Keren!

Pemandangan yang keren, ketika menghabiskan eskrim sambil memandangi langit melihat atraksi. Dilindungi oleh panasnya bandung dibawah payung milik stand makanan di area outdoor. Rasanya, tidak ingin cepat – cepat pulang dari Bandung Air Show.

Ternyata, atraksi yang baru saja dilihat merupakan atraksi terakhir sebelum break shalat jumát. Saat itu, jam menunjukkan pukul 11 dan cuaca sudah sangat panas. Kalau Bahasa sundanya sih “panasnya Ngabetrik”. Dan mungkin sudah mulai lelah karena sudah hampir 6 jam berkeliling bandung air show, saya memutuskan pulang lebih awal. Dengan harapan, hari minggu insyaAllah bisa kesana lagi untuk lihat atraksi lainnya.

Penutup

Alhamdulillah, akhirnya tiba kita pada penghujung tulisan. Mohon maaf atas tulisan yang tidak beraturan, kenyataan yang terjadi adalah, hampir 2 tahun saya benar – benar vakum dari dunia tulis menulis. Entah menulis baku maupun menulis blog. Mulai berusaha merutinkan lagi, mulai berusaha dari nol untuk belajar. Semoga bisa lebih baik ya readers.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada readers yang tetap setia menunggu meskipun saya agak PHP kalau masalah tulis menulis.

Jangan lupa untuk selalu tersenyum. Bahagia itu asalnya dari diri sendiri, bukan orang lain.

Sayonara minna!

BAS - di bandara

 

 

 

 

 

Leave a Reply