Assalammuálaikum.

Yeiy! Selamat sore readers.

Alhamdulillah akhirnya tanggal 13 September kemarin jadi main – main lagi ke Bandung Air Show 2015. Banyak cerita seru dan cerita baru selama perjalanan tamasya kesana untuk yang ke-2 kalinya. Kali ini, kami tidak berangkat terlalu pagi. Berangkat pukul 09.00 dari Buah Batu. Setelah berangkat, karena belum sarapan, sarapan dulu ke McD Buah Batu menikmati pagi yang Alhamdulillah masih belum terlalu ramai.

Rute Perjalanan

Rute perjalanan kali ini kebetulan kami mencoba rute berbeda. Sebelumnya rute perjalanan hari jumát adalah Buah Batu -> Pajajaran -> Bandara, namun kali ini kami mencoba rute baru, yakni : Buah Batu -> Elang -> Bandara. Secara waktu tempuh, kalau perhitungan tanpa macet, lewat elang jauh lebih cepat dibandingkan melalui jalan pajajaran.

Di perjalanan, ternyata sudah ada atraksi terjun payung dari TNI AU. Yang salah satu pesertanya teteh – teteh itu loh! Baca Disini -> Link

Sambil menikmati macet dan panas terik yang katanya “ngabetrik”, sambil sesekali memperhatikan payung – payung yang bermekaran di udara. Dan tak terasa, ternyata sudah hampir sampai di tempat tujuan. Yeiy! Kalau boleh digambarkan, mungkin saat itu saya sudah loncat – loncat terlalu bahagia (oke ini lebay).

Dan ternyata, ramai sekali! Entah ramai karena keliatan sampahnya banyak pisan #eh, tapi kenyataannya ya memang ramai sih. Banyak anak kecil dan orang dewasa yang mungkin sedang “Family Time” disana.

Atraksi Yang Disuguhkan

Pada dasarnya, atraksi yang disuguhkan masih sama seperti hari – hari sebelumnya. Ada penampilan terjun payung, aerobatic menggunakan pesawat kecil dan static show. Oh iya, selain itu juga ada kegiatan merakit pesawat dari botol bekas.

Sejujurnya ada yang saya cari diacara ini, yakni atraksi dari Tim Dinamic Heli Pegasus dari Skadron-7 yang pada tahun 2012 tampil di acara Bandung Air Show. Juga atraksi dari TNI AU menggunakan Jet Tempur. Keren aja gitu kelihatannya. Jarang – jarang bisa lihat jet tempur lalu lalang kan, hehehe.

Sempat berbincang dengan salah seorang dari tim Dynamic Heli ketika di static show, tahun ini mereka memang tidak diagendakan meonguntuk mengisi atraksi di Bandung Air Show 2013 selain daripada static show. Meskipun static show disini pun menurut saya mampu memberikan edukasi lebih untuk para wisatawan yang datang. Ternyata, tim pegassus ini keren loh misi – misinya. Ada yang berminat menjadi bagian dari tim ini?

Sempet sih foto – foto sama bapak – bapak TNI-nya, tapi yaaa tapi..bukan saya yang foto :'(

Selain static show pesawat dan helicopter, ada juga static show dari komunitas Bandung FLying Club. Ada pameran mesin paramotor disana. Mas – mas yang jaga stand juga cukup friendly dan luwes dalam menjelaskan segala pertanyaan kami tentang aerosport. Dimulai dari perbedaan antar masing – masing aerosport (paralayang, paramotor dan paramantan #eh *mohon skip aja yang ketiga*).

Dari cerita di kedua static show kemarin, saya cukup mengambil kesimpulan bahwa ternyata dunia penerbangan itu sangaaatttt luas. Sama seperti dunia programming yang juga sangat luas (ah programming deui). Dan memang ya, kadang apa yang dicapai orang lain terlihat keren di mata kita, alasannya, kita belum pernah merasakan apa yang mereka kerjakan. Pada akhirnya, kalau kita udah merasakan, ya gitu. Apalagi kalau sudah menjadi rutinitas. Bukan berarti rutinitas seru nggak ada sisi jenuhnya loh ya. Para karyawan hebat di google aja banyak yang mundur karena kerja di google itu “nggak menantang”, katanya.

 

Yang Beda Di BAS 2015

Yang beda di BAS 2015? Apa ya? Oiya, ada kuda poni dari darussunnah Eco Pesantren Daarut Tauhid. Sebenarnya sih ada pasukan berkuda dari Eco Pesantren DT tadi. Mereka mengenalkan olahraga Sunnah yakni berkuda dan memanah. Disana, kita bebas mau foto – foto ataupun colek – colek kuda yang mereka bawa. Kebetulan sih, saya juga sempet foto sama dua buah kuda poni. Yang satu yang masih bayi, yang satu yang dewasa.

poniponi dewasaKuda yang pertama merupakan anak kuda poni. Kalau berdasarkan informasi di Instagram @daarus_sunnah, nama anak poni (anak kuda poni maksudnya) namanya Romdon. Masih kecil banget, lucu dan menggemaskan. Makanya di foto tersebut pun rasanya ingin memeluk romdon saking lucunya. Lihat kan ada adek kecil lucu dibelakang yang juga senang sama Romdon.

Nah, kalau kuda yang kedua merupakan kuda poni yang ada di Eco Pesantren DT yang pada hari itu juga diikutkan dalam pameran kendaraan (berdekatan dengan pameran motor dan sepeda onthel). Kuda yang ini juga lucu, bentuknya mungil dan tidak terlalu tinggi. Kalau kata adek yang bawa kudanya sih, kuda ini sudah cukup tua.

Cara membawa dua kuda poni kecil ini ternyata dibawa menggunakan mobil. Saya kira kuda ini ditunggangi juga. Kasian juga sih kalau ternyata harus jalan dari DT sampai bandara. Apalagi dengan keadaan macet.

Beda ukuran, beda perlakuan. Kuda yang besar, dibawa oleh ustadz – ustadz dari Eco Pesantren dengan cara ditunggangi. Kudanya besar – besar dan agak mengerikan (kalau kata saya). Tapi tetap lucu juga hehe.

 

 

 

Final Statement

Secara keseluruhan, acara bandung airshow ini memang sangat menyenangkan. Terlepas dari kekurangan disana – sini entah karena begitu banyak sampah yang berserakan, padahal ada tempat sampah yang masih kosong. Entah karena perlakuan kurang baik terhadap pesawat – pesawat yang dipamerkan, entah karena begitu banyak yang melanggar aturan. Yasudahlah, keterbatasan di masa lalu bukan kegagalan mutlak di masa depan. Apapun itu, kita masih bisa memperbaiki segala sesuatu kedepannya, asal ada waktu.

Meskipun saya juga agak sedih karena tidak jadi lihat jet temput TNI AU disini, tapi saya mendapatkan hal yang tidak saya dapatkan di BAS 2012.

Yah! Segala sesuatunya memang punya kelebihan dan maksud tersendiri dalam kejadiannya.

Semoga tahun 2017 nanti, ada Bandung Air Show yang jauh lebih spektakuler, jauh lebih baik. Plus ditunjang dengan sikap masyarakat yang semakin baik dalam memperlakukan fasilitas sosial dan fasilitas acara.

Akhir kata, wassalamuálaikum warahmatullah wabarakatuh.

Sayonara Minna!

Leave a Reply