Assalamu’alaikum.
Hai readers, saat ini, kalau dihitung – hitung sekitar H-7 sidang TA.
Sejujurnya, mirip seperti sidang – sidang sebelumnya.
Nervous, bingung, galau, ya gitulah. Sindrom panik karena kurang dzikir *sepertinya*. Hehe

Yeah, saat – saat gini, rasanya tuh deg – deg – an. Yaiyalah, orang persyaratan sidang belum 100% lengkap karena saya masih harus SP. Dan perjalanan untuk SP itu panjang banget. Kemarin, nunggu nilai keluar, sekarang ngejar – ngejar wakil ketua 1 untuk ACC SP. Belum lagi harus ada sertifikat MID plus SG. Ditambah sertifikasi keahlian minimal 3. Dan yang paling menghebohkan, aplikasi baru 50% dan buku baru 50%.
Ditambah push dari berbagai pihak untuk “wisuda tahun ini”, dimana batas pendaftaran wisuda itu pada tanggal 30 september 2015.

Fiuh..

image

Belum tambahan lain berupa ada project yang deadlinenya akhir bulan ini, plus satu tim itu ada 3 orang yang lagi ngerjain TA dari jumlah 4 orang. Jadi, ya gitulah. Satu sisi, dituntut untuk nggak egois, satu sisi ya gitulah, masalah idealisme.

Ya Allah. Rasanya itu naon – naon (karena nano – nano udah mainstream).

Tapi, saya coba merenung. Masa iya sih Allah ngasih ujian segini beratnya kalau tau saya gak bisa selesaikan?. Iya, kepikiran ini dijalan. Nggak sesulit itu. Dulu, untuk lulus, kamu harus kalahkan ego kamu. Sekarang, untuk lulus, kamu harus kalahkan batas yang kamu buat untuk dirimu sendiri (bukan melampaui batas dalam makna negatif). Kalau sebelumnya kamu memandang sesuatu sebelah mata, kali ini harus dengan sepasang mata.

Kalau kita dikasih ujian sama Allah, itu ada dua opsi.
Opsi pertama, Allah kasih solusinya.
Opsi kedua, Allah luaskan lagi dan kuatkan lagi kemampuan dan kapasitas kita untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Pada dasarnya mah, menjelang sidang kali ini bener – bener tantangan mengalahkan batas diri. Alhamdulillah, setelah dipikir – pikir nggak mungkin, sekarang bisa pemrograman android sedikit – sedikit. TA kali ini, insyaAllah adalah TA yang paling saya banggakan dan saya persembahkan untuk Allah.
Sejujurnya, belajar android murni pun dadakan pisan. Baru belajar +- 2 minggu langsung implementasi ke TA. Karena aplikasi phonegap yang sering bermasalah, jadilah harus move on ke aplikasi lain.
Ya gitulah, kemarin – kemarin juga galau, bingung karena nyaris harus rombak total TA saya -_-.
Tapi alhamdulillah, pertolongan Allah, ternyata tinggal lanjut aja kata dosen pembimbing. Alhamdulillah.
Karena pas sebelumnya pun, kejadiannya juga gini. Mau sidang, aplikasi masih banyak yang harus diperbaiki.
Tapi ya balik lagi. Semua bisa dijalani karena pertolongan Allah.

Pada akhir tulisan ini sih, mau minta do’a dari readers sekalian supaya proses menuju sidang sampe sidangnya lancar. InsyaAllah nanti readers juga dimudahkan urusannya sama Allah.
Allahumma yassir wala tu’assir.

Leave a Reply