Assalamu’alaikum.

Dear lovely readers, kali ini saya membuat judul yang mungkin agak lumayan bikin penasaran. Ya memang sih, kenyataannya memang bikin rada – rada penasaran. Ada apa dengan whatsapp dan LGBT?

Mungkin saya termasuk yang agak kudet (kurang updet) tentang apa yang terjadi di dunia per-whatsapp-an. Selain berita kalau whatsapp gratis seumur hidup.

Apa yang aneh?

Teman – teman yang sering menggunakan emoticon ketika chatting menggunakan whatsapp, pasti pernah menemukan emoticon seperti ini :

whatsapp Kalau butuh diperbesar, bisa di buka di tab baru aja gambarnya.

Apa yang aneh? sadar nggak sih kalau di emoticon itu ada emoticon yang janggal.

Yaps!

  1. Emoticon yang menggambarkan dua orang perempuan dan dua orang laki – laki yang tengah jatuh cinta
  2. Emoticon yang menggambarkan sepasang perempuan dan sepasang laki – laki yang akan berciuman.

Yang lebih parahnya lagi, kalau diperhatikan, bahkan ada emoticon keluarga dengan sepasang ibu plus anak, atau sepasang ayah dengan anak.

Kurang kelihatan?

Ini!

whatsapp4

Jadi, apakah maksud semua ini?

Kalau ditarik benang merahnya, bukan hal yang aneh kalau ternyata whatsapp bahkan mendukung LGBT, terlebih setelah whatsapp di akuisisi oleh facebook yang notabene pendukung nomor 1 LGBT.

Jadi, harus bagaimana?

Seperti yang sering dikatakan oleh rekan – rekan saya “hati – hati”.

Bukan berarti di artikel ini saya mengajak teman – teman untuk serta merta melakukan boikot, bukan!

Tapi yang mau boikot silahkan. Asal jangan bilang itu kata saya -_-.

Bahkan saya pun masih menggunakan whatsapp untuk berkomunikasi dengan rekan dan client perusahaan saya. Dan memang kenyataannya, whatsapp memang salah satu alternatif terbaik untuk media silaturahmi. Mengingat hanya orang – orang yang mengenal kita saja yang bisa menghubungi kita, sekaligus lebih aman dari broadcast message yang kadang cukup mengganggu di aplikasi chatting yang lain.

Sejujurnya, saya pun merasa agak sedih juga.

Karena ketika saya merilis artikel ini, secara otomatis, saya pun harus memberikan solusi “riil” kepada pembaca agar tidak salah paham dan tidak blunder pada artikel ini.

Tapi, kenyataannya, begitulah.

Saya masih menggunakan whatsapp untuk berkomunikasi. Saya hanya bisa mengajak readers sekalian untuk berhati – hati menggunakan emoticon kepada rekan, sekaligus lebih berhati – hati dalam bercanda. Mari kita gunakan whatsapp ini dan sosial media apapun secara bijak untuk bersilaturahim dan berdakwah. Dan jangan lupa tetap hati – hati dalam membagikan data pribadi ke dunia yang saat ini tidak ada batasnya (dunia maya).

 

Akhir kata, saya cuma mau menyampaikan bahwa “SAYA MENOLAK LGBT”. Adapun tulisan ini dibuat untuk mengajak pembaca sekalian agar lebih berhati – hati dan lebih membuka mata bahwa LGBT ada di sekitar kita dan mereka sangat difasilitasi oleh “dunia” saat ini.

Ya Allah, lindungi kami dari fitnah – fitnah keji akhir zaman ini, dari manusia – manusia keji yang menghalalkan segala cara atas nama “Kebebasan” dan mengekang kami atas nama “kebebasan” pula.

Regards

FK

Leave a Reply