Pagi hari, Rokok!

Siang hari, Rokok!

Malam hari, Rokok!

Di ruang keluarga, Rokok!

Di kamar, Rokok!

Di toilet, Rokok!

Di meja makan, Rokok!

Di ruang tamu, Rokok!

Diperjalanan, Rokok!

Selesai makan, Rokok!

Di ruang kerja, Rokok!

Di ruang rapat, Rokok!

Di koridor, Rokok!

Pulang kerumah, Rokok!

Ketika manusia diperbudak oleh “Tuhan 9 cm”.

Bukan! Bukan Tuhan! Kata mereka.

Hanya mereka menghambakan diri kepadanya.

Kepada Tuhan mereka yang mampu mencabut nyawa siapapun tanpa kenal ampun.

 

Ketika mereka merasa “merokok” adalah hak asasi mereka. Dan mereka pun lupa bahwa orang lain juga berhak akan udara yang bersih dan segar. Bukan udara menyesakkan yang penuh dengan kepulan asap bersifat asam, bukan pula udara yang dipenuhin mulut – mulut berbau menyengat.

 

Hafh!

Ketika kesegaran pagi hari, mereka rusak dengan merokok!

Ketika mendamba kesegaran dengan berlarian menuju pegunungan, mereka hancurkan kesegaran udaranya dengan rokok mereka.

 

Gagal Paham!

Ke gunung mau cari udara segar, tapi malah merokok?

Itu Gila!

Mereka merusak kesegaran miliknya dan milik orang lain hanya dengan kalimat “menghangatkan diri dengan rokok”.

 

Dan tidak sedikit dari mereka yang merokok, menyisakan puntungnya, membuangnya ke jalan, meninggalkannya begitu saja. Tanpa pernah berpikir sedikitpun bahwa mereka bisa saja salah satu dari satu juta orang penyebab banjir.

 

Tak sadar kan?

Seberapa banyak kerusakan yang bisa ditimbulkan hanya dari satu batang Tuhan 9 cm kalian?

Dan kalian tak akan pernah sadar.

 

Ya!

Takkan pernah sadar!

Selama kalian tidak berhenti memuja Tuhan 9 cm kalian itu.

 

 

Leave a Reply