Bukankah kita terlalu picik? Menilai orang lain hanya dari apa yang kita lihat, hanya dari perbandingan atas apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita fikir.

Bukankah terlalu picik, jika menilai orang hanya dari fisiknya?

Bukankah terlalu picik, menilai orang hanya dari apa yang kita dengar?

Iya!

Kadang kita terlalu picik.

Membiarkan pendapat tentang orang lain berjalan sangat liar dalam pikiran kita. Membentuk “image” mereka sedemikian rupa sehingga kita meyakini “itulah dia”!

Padahal, itu hanya satu dari sekian banyak “labelling” yang kita lakukan pada orang lain.

Iya!

Terlalu picik.

Padahal kita tidak tau kehidupan mereka. Kita tidak tau masalah mereka.

Kalau kita sendiri tidak mau tau, kenapa kita repot – repot menilai mereka?

Kalau mau tau, kenapa tidak mencari tau sendiri dengan “mengenalnya” langsung?

Iya! Kita Terlalu Picik!

Membicarakan sesuatu yang kita “sekedar tau” namun tidak memahaminya.

Tukang Gosip!

Tukang Ghibah!

Tukang Fitnah!

Pendusta!

Sadar nggak sadar, pendapat kita tentang sesuatu juga mempengaruhi pendapat orang lain tentang sesuatu itu.

Mau tidak mau, kita sudah membangun image tentang sesuatu yang mungkin kita tidak memiliki ilmu tentangnya.

Sadar! Pemikiran kita itu bisa jadi racun, bisa jadi obat!

Tergantung sejauh apa kamu mengerti apa yang kamu pikirkan, dan sejauh apa kamu paham bagaimana mengutarakan apa yang kamu pikirkan secara “baik”.

 

Leave a Reply